UNTUKMU… BUNGAKU YANG RAPUH
Dimana kan kucari deru nafasmu
Sedang engkau disana hanya terdiam membisu
Adakah sebait kata kata indahku
Mampu membangunkanmu dari tidur panjangmu
Dimana kan kucari teduh wajahmu
Sedang engkau disana hanya tertunduk selalu
Adakah sebuah cahayaku yang bisa membuatmu tersipu
Seperti aku melihatmu dalam mimpiku
Dimana kan kucari damai senyumanmu
Sedang bibir tipismu terkunci rapat selalu
Adakah seulas sapa ikhlasku sembuhkan lukamu
Membuatmu lugas seperti dirimu yang dahulu
Dimana kan kucari anggun cintamu
Sedang engkau disana selalu menutup rapat hatimu
Adakah sekeping rinduku mampu membuatmu kembali hidup
Seperti sebuah nama yang kukenang selalu
Aku ingin menjamah duniamu dengan rasaku
Memandangi keindahannya dengan rasaku
Membuka tabir tabir misterinya dengan rasaku
Memberi arti damainya dengan rasaku
…. Bukalah hatimu…. Bukalah sedikit untukku…….
PEREMPUAN BERKALUNG AIR MATA
Ditemani sepasang sayap putih bidadari
Pergi mengitari atap dunia yang sunyi
Mencari sebuah hati yang tengah bersedih
Untuk kubasuh dengan alunan nada nada kasih
Dan kutemukan dirimu di sudut sebuah pintu rapuh
Sedang mengetuk perlahan sebuah kisah pilu
Air mata seakan penamu yang lugas bercerita
Tentang sebuah hati yang ditinggalkan cahayanya
Duhai rembi… cepatlah kemasi palung palung mimpi
Jangan biarkan nafasmu berlama lama menari
Menabuh simphoni yang sanggup mengiris hati
Membiarkan sebuah hati terpuruk layu sendiri
Duhai pelangi… berilah hatinya sebuah warna
Biarkan mata hatinya sejenak berkaca
Karena sekeping cinta telah membuatnya begitu buta
Tak sanggup lagi melihat keindahan dunia disekitarnya
Duhai perempuan berkalung air mata
Tinggalkan saja semua kenangan yang menyiksa
Karena engkau layak mendapatkan yang lebih baik daripadanya
Mendapatkan sisi bahagiamu seperti dahulu kala
sebelum diriku terpenjara sepi
Disini... Aku berdiri diantara keheningan kita
Dan hela nafaspun begitu nyaring terbaca telinga
Andai saja ada sebuah pilihan lain yang bisa kugenggam selamanya
Aku ingin selalu bersamamu melafazkan sebuah cerita bahagia
Disini... diantara derai air matamu yang bermuara dihati
Saat kenyataan sudah tak lagi sudi hadir melukis indahnya hari
Titik titik harapan semakin membawamu jauh dari pandangan
Detik detik waktu yang bergulir pun mulai mengais kata perpisahan
Peluk erat diriku hingga pesawat itu terbang membawamu pergi
Meninggalkan cinta kita yang hangatnya masih penuhi palung hati
Akankah semua akan sama rasanya saat engkau tak tergapai hela nafasku lagi
Akankah aku sanggup menyebut namamu dibalik kesepianku yang semakin membelenggu diri
Izinkan hatiku melukis semua mimpi dengan kisahmu
Bunga bunga rindu yang beri aku kekuatan untuk terus tumbuh
Meski kutahu tak akan mudah kuhela sisi hatiku yang kehilanganmu
Disini.... aku menanti saat saat engkau kembali mencuri hatiku
Dan disuatu masa...... jauh dari pandangan matahari hari ini
Aku akan mencari jalan untuk menemukan dirimu kembali
Dan di suatu tempat... diantara rinai keheningan malam yang menari
Aku akan meninggalkan sebuah cahaya yang menuntun langkahmu kembali di hati
.... sebelum diriku terpenjara sepi............
LADY RAIN
Ada masanya ketika langit tak mendengar
Bumi pun terdiam dari riuhnya hingar bingar
Ketika diujung jendela cahaya kupaparkan sebuah renjana
Menggenggam serpihan rasa yang semakin kentara pudarnya
Ada apa dengan suara hatiku setelah semua kata manis itu berlalu
Mengapa kini selalu saja biasnya berwarna pekat semakin kelabu
Ujung jemari semakin lama semakin lemah beranjak merapuh
Tak mampu lagi menopang hasrat semua mimpi mimpiku
Mengapa harus ada pertengkaran yang tidak perlu
Mengapa semua niat baikku selalu terlihat salah dalam hatimu
Apakah ini yang engkau agungkan soal cinta
Mengapa yang kurasa hanya pedih menggores jiwa
Mengapa harus ada mata yang merah menyala
Membakar semua bingkai bingkai rasa yang telah terbina
Kemana pergi teduh yang selalu kusuka dari dirimu
Mengapa kini tak terlihat bersinar pada indahmu
Sekarang aku hanya bisa terdiam
Menanti bara di dadamu yang tak kunjung padam
Sementara beribu kata tanya mengapa singgah di otakku
Ketika semua penjelasanku bertemu dinding yang membatu
Kenyataan ini membuat airmataku hijrah mengalir di sudut sudut hati
Guruh pun lantang terdengar memecah kegelapan langit malam yang terasa sunyi
Dapatkah aku tenang terlelap menutup perlahan kedua bola mataku
Bila dirasaku kini selalu terbayang akan pahitnya perpisahan itu
Suara suara kegelapan datang menari di otakku
Seakan berbisik hendak memerah panggil namaku
Lama kuterdiam memeluk erat kedua lututku
Sebuah hati berharap engkau tak pernah jauh
Duhai bidadari yang menari dalam rinai hujan
Sentuhlah wajahku dengan kekuatan sebuah kelembutan
Agar cahaya itu tak akan pernah menghilang
Memeluk tubuhku dalam indahnya kedamaian
Duhai bidadari yang menari dalam rinai hujan
Beri ragaku sebuah nafas kehidupan
Agar kumampu nikmati lagi kehadirannya
Saat mentari datang untuk menyapa
ODE TO HELENA
Duduk sini Helena… dan ceritakan padaku mengapa termenung menyendiri berlama lama
Kutahu engkau tengah menikmati bait bait irama luka karena tertusuk racun sebuah asmara
Menggenggam erat airmatamu yang tersimpan dalam ruang ruang kecil di dada
Melumuri hari harimu dengan pekatnya debu debu sesal dan kecupan kecupan kecewa
Tak apa Helena… it’s okay…. Dirimu masihlah seorang manusia biasa yang memiliki hati dan rasa
Tak akan luput nafasmu dari sebuah jejak langkah yang tak sempurna dan gelapnya sebuah dunia
Nikmati saja kehadirannya dengan tenang sebagai sebuah fase dalam kehidupanmu
Hingga ketika mentari esok pagi menyapa, dirimu bisa lebih tegar berdiri diatas kedua kakimu
Menangislah Helena… sini, menangislah puas puas di dadaku bila itu bisa sedikit melegakan hatimu
Lepaskan saja semua beban beban pilu yang selama ini mengganjal dan membelenggu bahagiamu
Bila perlu… lampiaskan saja semua dendammu kepadaku… cacilah !!!… pukullah !!!… tendanglah !!!!….Hingga semua tubuhku lebam membiru…. Kuras habis semua serpihan serpihan kelabu
Kemarilah… biar kupeluk cahayamu yang letih dengan kasih sayang terbaik dariku untuk dirimu
Berikan bibirmu kepadaku Helena… yups… bibir yang selama ini membeku dalam sempurnanya diammu
Biar kucoba melukis seulas senyum terindah yang dahulu pernah terhampar menghiasi untaian harimu
Biar kutuntun lidahmu agar kembali lembut mengucap sepatah dua patah salam tulus menyapa kehidupan di dunia
Belajar tuk temukan lagi syair kedamaian dalam tutur bahasa santunnya sebuah jiwa
Letakkan hatimu yang terkoyak di nafasku Helena… yups… selembar hatimu yang penuh dengan tusukan belati
Biar kucoba mengobatinya dengan cahaya ramah yang menghidupkan sebuah hati
Membasuhnya dengan kehangatan mentari yang terpancar dari tangan tangan bijaksana
Memberinya sebuah sentuhan rasa agar kembali terisi kisah indah penuh pesona
Duduk sini Helena…. Duduklah dekat dekat denganku yang kan selalu hadir tuk melindungi
Memberi warna kepak kepak sayapmu agar kembali terbang ke langit yang tinggi
Menjaga hatimu dengan sebentuk kisah kehidupan yang mengalir memberi makna
Menggenggam bahagiamu dalam sebuah partitur yang bernama c-i-n-t-a













0 komentar:
Posting Komentar