Article

Selasa, 26 April 2011

DESAH BUAIAN SYAIR LUKA - by: Poetri Mistery


Terdengar bising suara rimba melintas imaji khayal
Ketika raga tengah menyandar berdiam pada gubug sepi
Angan terpasung berselimut helai kawat duri
Mengaduh sendu saat gurat girang tak lagi satu
Menolak mantra-mantra tawa sambil berlalu tanpa toleh

Rembulan masih sudi menikahi malam tanpa tabur gemintang
Kiranya langit mulai mengkerut bersiap lahirkan tetes-tetes mega
Lalu bathin memaksa ucap berkeluh dibangku taman kota tua
Memagut pilu diantara senyap lorong-lorong pekat
Terisak menyedu sedan menyeru tiupkan sangkala lara

Melantun lirih sapuan dermaga bayu menghembus bermunajat
Menjamu kesunyian menyuguh nampan secawan madu anggur busuk
Nurani kian tergaduh rintih pada mahkota istana keranda pesakitan
Berbungkus lembaran kafan beku bertemali selusin sembilu
Menjerit menghujam bertabur segenggam kamboja kepedihan

Paras tak lagi ranum bercorak sketsa gelap magenta
Memahat relung menjelma sederet barisan empedu sukma
Hancur rarai menjadi kepingan puzle tangis melukis sudut mata
Keriput,surut,menyulut muram rona masam wajah durjana
Layu terkatup membisu bersanding linang samudera air luka..

0 komentar:

Posting Komentar