Article

Selasa, 26 April 2011

Melati - by: Vii Mary Anne




Ketika cinta mengabarkan indah untaian kata.
Ketika cinta menyebarkan semerbak wanginya.
Seketika hati membisu tak kuasa menolaknya.

Seribu aksara takkan bisa menjelaskan.
Seribu bahasa takkan mampu mengartikan.
Seribu kenyataan takkan dapat membenarkan.
Dan seribu kesalahan tak pernah ada penistaan.

Tak ada atas tak ada bawah.
Tak ada benar tak ada salah.
Tak ada kanan tak ada kiri.
Tak ada caci tak ada benci.

Takkan pernah ada cinta berdiri di antara kebencian..
Walau terasa perih rasa cinta melukai sang majikan..
Takkan pernah berhenti cinta mengalirkan nadi ketulusan..
Menjadi bagian darahmu menyatu mengabadikan jalinan..

Harapan..
Keyakinan..
Pengertian..
Ketulusan..

Seuatu bagian dari cinta yang alami.
Terlahir dari rahim kesucian hati.
Yang tertiup roh keheningan alam misteri.
Lalu mejadi inang di setiap kesunyian hati.

Cintaku bersatu dengan cintamu.
Hatiku menyatu dengan hatimu.
Jiwaku tertaut dengan jiwamu.
Meski belum ragaku bersanding dengan ragamu..

Maafkan aku..
Kekasihku melatiku..

0 komentar:

Posting Komentar