Article

Sabtu, 23 April 2011

LADY HELENA- by: Ground Droung Aishiteru


Matanya tak lagi bercahaya seperti api matahari
Hanya menunduk pasrah bertahan memangku sepi
Menjuntai di bibir senja memandang kaki kaki langit
Entah apa yang dicarinya di antara bibir bibir karang yang terjepit

Bibirnya tak lagi merah seperti yang seharusnya
Tertimbun ribuan dera yang tak pernah ada habisnya
Tak hiraukan ombak yang datang menyapa sisi hatinya
Angannya seperti terbang bebas diantara kesunyian sebuah suara

Rambutnya tak lagi indah tergerai seperti dahulu
Jejak jejak lelah berurat abadi diantara ruas ruas pilu
Angin tak pernah mampu menggodanya untuk sekedar tersenyum tersipu
Sayap sayap patah begitu kentara memeluknya merapuh

Tubuhnya tak lagi wangi seperti layaknya seorang wanita
Tangannya terlalu sibuk menyeka jatuhnya derai airmata
Sayatan luka itu masih berlabuh pada penjuru hatinya
Menyulam kata kata kecewa karena sebuah cinta

Kegelapan malam perlahan melukis jagad raya
Bulan pun enggan menyalakan keindahannya
Namun dia masih lekat menjuntai disana… Memunguti serpihan hati
Kuharap waktu sudi menyembuhkan lukanya suatu hari nanti

p.s: thanks Wewe Aishiteru atas puisi indahnya ^_^

1 komentar:

Sungguh untaian kata yang mengalir indah, sangat indah :)

Posting Komentar