Kesendirian panjang
Pada keheningan hari
Berhenti getaran hati
Abadi cinta ini menunggui
Kemarin aku terluka
Hari ini aku sekarat
Sampai kini ku rasa aku seperti telah mati
Menggunakan pagi hari untuk melamun
Tengah hari untuk berduka cita
Malam untuk menangis..
Aku lelah..
Merindukan tawa..
Itu salah??
Harapan palsu??
Pengecualian ragu membungkus pikiranku..
Jalan semakin jauh
Akhir nafas telah terdengar
Pendek jejak langkah kaki
Mata inipun tak lagi bisa jauh memandang..
Sendiri..
Ketakutan..
Pikiran..
Belum pulang..
Biarkan kunikmati
Inspirasi kematian ini
Wajar jika kini ku tak lagi berharap
Akhir dari semua dapatkan suci cinta...
Posted in:
2 komentar:
aku; sajak penghibur
aku laiknya penghibur
bagimu hanyalah hiburan
lelucon basi
merancau kacau kekacauan
kadangkala tak harus menunggu
waktu dan jemu
setiap detik itu kehidupan baru
aku lagaknya pelipur
bagimu meredam lara
kalimat jiwa
mengacau kekalutan hati
teruslah menunggu sampai kelu
berkalang semu
sejatinya hidup sebelum mati
aku layaknya pelacur
bagimu pemuas dahaga
syahwat rasa
guncang lancang jalang
rengkuh nafsu rasa keduniaan
bercinta rancu
menutup hati dengan sia-sia
Waena, awal Agustus 2010
merasuk di jiwa...heuheu....keren :))
Posting Komentar