Selasa, 26 April 2011
Egosentris - by: Noir Aya
Egosentris . . . .
Menyeruak bagai Luapan lahar panas
antara kau,aku
Membakar smw rasa
berubah mjd debu kesia-sia an
lalu mmbiarkan angin meniup nya
berlalu bgitu saja di langit kelam
Kau bertanya . . .
"Kmana Kau hrs pergi ...
Apa yg hrs Kau perbuat .. ????"
Diam sejenak Lelaki ku
Dan Rasa kan betapa angin kehancuran
berhembus pasti menyelimuti
Hati ku
menaburkan benih2 Luka
Kputus asaan mengakar di dasar nya
Menancapkan Duri2 kebencian
Bahkan sentuhan
Mata Sendu
Kehangatan Mu
tak mampu memadam kan Luka
yG slalu mjd penGuat Cinta utk Mu
Kini Luka itu tlah amat menggerogoti
Mimpi2 yg Ku rajut
bersama Malam ..
Ku lukis kan air mata ktulusan
yg mjd Doa tiap malam
kpd sang Pencipta
Agar Kau mmpu mlihat Cinta ku
Luntur sdh mjd uraian tinta buram yg
tak bermakna . . .
Lalu terlambatkah semua
Tentukan Akhirnya Lelaki ku.
Melati - by: Vii Mary Anne
Ketika cinta mengabarkan indah untaian kata.
Ketika cinta menyebarkan semerbak wanginya.
Seketika hati membisu tak kuasa menolaknya.
Seribu aksara takkan bisa menjelaskan.
Seribu bahasa takkan mampu mengartikan.
Seribu kenyataan takkan dapat membenarkan.
Dan seribu kesalahan tak pernah ada penistaan.
Tak ada atas tak ada bawah.
Tak ada benar tak ada salah.
Tak ada kanan tak ada kiri.
Tak ada caci tak ada benci.
Takkan pernah ada cinta berdiri di antara kebencian..
Walau terasa perih rasa cinta melukai sang majikan..
Takkan pernah berhenti cinta mengalirkan nadi ketulusan..
Menjadi bagian darahmu menyatu mengabadikan jalinan..
Harapan..
Keyakinan..
Pengertian..
Ketulusan..
Seuatu bagian dari cinta yang alami.
Terlahir dari rahim kesucian hati.
Yang tertiup roh keheningan alam misteri.
Lalu mejadi inang di setiap kesunyian hati.
Cintaku bersatu dengan cintamu.
Hatiku menyatu dengan hatimu.
Jiwaku tertaut dengan jiwamu.
Meski belum ragaku bersanding dengan ragamu..
Maafkan aku..
Kekasihku melatiku..
Kawan Pengganti - by: Indra Culay
Kuhembuskan nafasku dalam hidup
Indah kesunyian dalam mimpi
Diam ku seribu bahasa
Diam menyimpan dalam perih
Sesumbar ku katakan aku bisa hidup sendiri
Tanpamu kawanku.....
Namun dalam hati aku teriak
Teriak tiada henti
Menangis dalam kepedihan
Kesuyian yang selalu menemani
Dan selalu menghampiri
Selalu dan selalu.....
Hingga aku merasa lelah
Untuk melepaskannya dan meninggalkannya
Kapan kesunyian dan kehampaan ini pergi
Ku lepas dan ku tinggalkan
Kapan.....
Adakah secercah harapan
Menyelimuti diri dan merasuk ke hati
Adakah....
Dimana harus ku mencari?
Kawan pengganti seperti engkau.?
Karenamu - by Tiar Bff
Dari lubuk hati yang terdalam aku mencintaimu
Segala rasa ku kerahkan untuk kau bisa tau itu
Berdua kita terus bersama aku bahagia
Kasih tiada kau tau ku ingin dengan mu selamanya..
Kau datang sebagai pelengkap sebelah
Kau telah mengisi kosongnya setengah celah
Harapan ditengah saat ku tak bisa tegar
Tersadar jemuh hari karenamu semua terhindar.
Bukalah Pintu Maaf - by: Oh Lin
Bukalah pintu maaf untuk embunku
agar ku dapat mengusir kebekuan di kelopak-kelopakmu
menceritakan keindahan pagi yang dititipkan mentari
dalam bias cahayaku.
Bukalah pintu maaf untuk langitku
agar ku dapat menggiring awan untuk memayungimu
mengirimkan kedamaian yang dititipkan barisan merpati
dalam paruh nafasku.
Bukalah pintu maaf untuk senjaku
agar ku dapat hilangkan bimbang dan cemasmu
merias paras soremu lewat selendang jingga yang ditiup angin
memelukmu rapat hangat menghabiskan rasa ingin.
Bukalah pintu maaf untuk kelamku
agar tiada mimpi buruk hanya ada malam indah untukmu
menyalakan unggun membakar melupakan kenangan lara
menggantinya dengan bara cinta yang bergelora.
Bukalah pintu maaf untuk gerimisku
agar ku dapat menjadi airmatamu, menitikkan kasih di hatimu
menghapus goresan-goresan pedih di dinding hati
menggantinya dengan garis-garis pelangi.

















